Ads 468x60px

Departemen Energi Amerika Kembangkan Perangkat Baterai Li-air

Bagikan
li-air_000Perkembangan teknologi akhir-akhir ini memang terlihat sangat pesat sekali. Dan sejalan dengan itu, para peneliti di US Department of Energy’s Argonne National Laboratory kini sedang berupaya melakukan terobosan baru yaitu dengan cara mengembangkan baterai Li-air secara komersial untuk pertama kalinya.
Perangkat baterai Li-air ini menggunakan katoda udara katalisator yang memasok oksigen, elektrolit dan anoda lithium. Teknologi ini memiliki potensi untuk menampung energi seukuran tangki bensin, dan akan memiliki kapasitas untuk penyimpanan energi yang lima hingga 10 kali lebih besar daripada perangkat baterai Li-ion.
Pihak DOE sendiri telah dianugerahi laboratorium senilai 8,8 juta USD (sekitar 88 milyar rupiah) untuk pembangunan dan perlengkapan tiga fasilitas riset baterai yang akan digunakan untuk prototipe baterai, skala produksi bahan dan analisis post-test.
Menurut Eric Isaacs yang saat ini menjabat Direktur Argonne, hambatan untuk baterai Li-air menjadi teknologi layak yang tangguh ternyata akan memerlukan inovasi dalam hal ilmu pengetahuan, kimia dan teknik. Sejauh ini pihaknya memiliki riwayat atas berbagai tantangan ilmiah dan sekaligus mengatasinya. Untuk itu, Argonne telah berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi baterai Li-air ini. Dan yang pasti pada saat ini pihaknya telah membuat sebuah penelitian besar-besaran.